Pertama kalinya
Well, akhir-akhir ini aku merasa banyak sekali hal yang terjadi di tahun 2022. Susah, sedih, senang bercampur dan terus berotasi. Sebagai bentuk pengingat, aku ingin menuliskan betapa berwarnanya tahun ini bagiku dengan membuat daftar pengalaman berkesan yang ku peroleh pertama kalinya di tahun ini.
Pertama kalinya trekking
Aku rasa terakhir kali aku melakukan kegiatan ala pecinta alam saat SMP, sewaktu aku ikut Pramuka. Di masa SMA dan kuliah, mana sempat aku ikut 😋 Kembali melakukan aktivitas fisik, menempuh jarak PP 14km penuh tanjakan dan turunan curam di usia ku yang sekarang tentu saja cukup membuat trauma lahir batin. Tapi faktanya, aku sudah 3x treking di tahun ini hahahaha
Pertama kalinya daftar beasiswa
Di masa-masa pengangguran setelah memutuskan resign akhir tahun 2021, ambisiku untuk lanjut sekolah memuncak. Di awal tahun, aku buru-buru daftar beasiswa yang ku inginkan. Tapi, tentu saja ditolak hahahaha. Tidak apa-apa, aku sadar betul dengan persiapan yang super minim, faktor luck tetap tidak bisa menyaingi usaha. Kemudian apakah aku sudah coba daftar lagi? Belum 😅
Pertama kalinya menginjak tanah Sumatera
Hal yang paling menarik dari pekerjaanku adalah hidup nomaden. Ada kantor, tapi aku bahkan tidak pernah mengunjunginya. Karena project yang dilakukan melibatkan banyak lokasi, aku berkesempatan untuk ikut terbang ke Sumatera Barat untuk melakukan monitoring visit. Kesan pertama? Hmmmm, sangat berbeda jauh dengan Jawa hahahaha tapi makanan tradisionalnya perlu diacungi jempol. Senang rasanya bisa makan secara langsung di daerah khasnya makanan berkolesterol tinggi itu 🤤
Pertama kalinya menjadi teman dekat dengan orang yang tidak ku sangka akan jadi teman dekat
Aku masih akan terus menyebutkan kalau ini adalah the biggest plot twist in my life. Semua teman dekatku (termasuk orang yang jadi subjek di paragraf ini) sudah tahu jelas pusaran badai yang terjadi waktu itu. Awalnya aku hanya menaruh respect dan sama sekali tidak berpikir untuk bisa dekat, tapi karena satu dan lain hal yang membuat kami banyak interaksi, perlahan kami jadi dekat. Aku tahu persis ada benteng yang menghalangiku waktu itu, tapi siapa sangka kalau bentengnya ini berlapis-lapis sampai aku merasa memang Tuhan mengirimkan dia untuk jadi bahan pelajaran hidupku 😏 Maaf kalau aku tidak bisa menjelaskan secara rinci, tapi aku kaget juga dengan tingkat toleransiku yang berubah drastis sejak aku bertemu dengan orang ini. Kalau boleh jujur, orang ini layak jadi MVP di hidupku tahun ini dengan segala drama kehidupan yang sudah sama-sama dilewati hahahahaha
Pertama kalinya dicium knalpot
Sewaktu aku liburan ke Bali, aku dan teman-teman memutuskan untuk sewa motor supaya nyaman berkeliling tanpa keterbatasan transportasi. Seri motor yang ku gunakan di sana sama dengan motor yang ada di rumah, tapi anehnya, waktu itu kakiku tersenggol knalpot. Panas tapi ku tidak berpikir aneh-aneh, tapi ternyata luka bakarnya cukup parah dan butuh waktu recovery yang cukup lama. Sekarang, aku punya tattoo bekas knalpot di kaki kananku 🤟🏼
Pertama kalinya mengaku
Jika dilihat dari tulisanku yang lalu-lalu, sudah terlalu banyak clues kalau aku naksir orang sudah cukup lama, jangka waktu tahunan. Tapi bagaimana mungkin aku mengakuinya kalau aku merasa sudah tahu orangnya tidak menaruh setitik pun rasa suka padaku. It was indirect confession, tapi sudah cukup membuatku sadar untuk berhenti. Hehe. The war is over. Entahlah orangnya sadar atau tidak, aku tidak mau ambil pusing. Yang terpenting sekarang, aku sudah tidak patah hati dan kami masih berteman baik 😉
Pertama kalinya positif COVID-19
Selepas konser 2 hari berturut-turut di akhir Oktober, aku merasa kalau aku radang tenggorokan. Ku pikir memang karena saat konser aku benar-benar banyak berteriak dan bernyanyi. Satu, dua hari aku masih merasa seperti itu. Sampai tiba-tiba aku flu. Kondisiku tidak membaik beberapa hari. Benar saja, saat aku coba tes antigen, hasilnya positif 🤒 Resmi sudah aku jadi S.Cov.
Pertama kalinya nonton Live SUC
Kalau dipikir-pikir, untuk sampai duduk di bangku penonton acara ini, dramanya cukup banyak. Acara ini berlangsung pasca rangkaian kegiatan konser dan status ku sebagai S.Cov. Aku baru bisa melakukan Exit PCR Test di H-1 acara ini berdasarkan PL. Hasilnya ku terima 3 jam sebelum acara dan alhamdulillah negatif. Akan tetapi, sampai 1 jam sebelum acara, status PL ku masih hitam, jadi dari panitia tidak mengizinkan aku masuk. Aku mendesak helpdesk tempat ku swab dan juga kemenkes. Hingga akhirnya, aku berhasil diperbolehkan masuk venue 15 menit sebelum acara. Seru banget nonton secara langsung! Dengan peraturan yang ketat, aku benar-benar bisa menikmati komedi di dalam ruangan itu. Mungkin, boleh nanti kita coba tonton komika lainnya 😬
Pertama kalinya nabrak
Di tahun ini, skill mengemudiku meningkat drastis. Karena satu dan lain hal, beberapa kali aku harus menyetir ke site. Bermacet-macetan dan medan selama perjalanan itulah yang banyak berkontribusi dalam peningkatan kemampuanku haha. Tapiiiiii, sungguh aneh tapi nyata, aku nabrak pagar tetangga. Kejadian baru terjadi sekitar 2 minggu yang lalu. Sudah bisa dipastikan aku yang tidak fokus. Jadilah aku menambahkan luka di badan mobilku bagian kanan depan. Proses penyembuhannya pun cukup mengacaukan cash flow bulan ini ya 😔😵
Begitulah kehidupan. Akhirnya aku bisa mengucapkan hal itu di penghujung 2022. Aku banyak bersyukur juga dengan warna-warni kehidupanku akhir-akhir ini. Banyak sekali pembelajaran yang ku dapatkan untuk membuka mataku lebih lebar terhadap keadaan di sekitarku. I also feel my sense and awareness just progressively built up. But still, I’m looking forward for many surprises ahead! 🥳
Comments
Post a Comment